| Serbi-serbi lainnya |
Roket pertama menghantam pusat kota Beersheva sekitar pagi hari, mencederai seorang pria, kata polisi. Roket kedua, yang ditembakkan beberapa jam kemudian, mendarat di sebuah tempat terbuka dan tidak ada korban.
Beersheva terletak sekitar 40 kilometer dari Gaza, lebih jauh daripada kota-kota Israel yang biasanya menjadi sasaran serangan pejuang Palestina.
Meningkatnya kekerasan di dan sekitar Gaza membuat Perdana Menteri Benjamin Netanyahu segera mengeluarkan peringatan keras mengenai pembalasan Israel dan mengatakan, "Kami bertekad akan menyerang kemampuan unsur-unsur teroris untuk melukai penduduk kami."
Setelah serangan pagi hari dimana militan menembakkan dua roket Grad dan tujuh mortir ke seberang perbatasan, Israel belum melancarkan serangan pembalasan dan Netanyahu melakukan pembicaraan dengan para pejabat tinggi militer dan penasihat pertahanan untuk memutuskan pilihan. Demikian disampaikan radio pemerintah.
Brigade Al-Quds, sayap bersenjata kelompok pejuang Jihad Islam, mengklaim bertanggung jawab atas kedua serangan itu dan satu serangan Grad ke kota pelabuhan Ashdod pada tengah malam, dan berjanji melanjutkan serangan-serangan lebih jauh lagi ke wilayah Israel.
"Brigade Al-Quds telah memasuki tahap baru sasaran pemboman yang semakin jauh, dimana ribuan orang Israel tinggal," kata Abu Ahmad, juru bicara brigade tersebut. []
© Republika
Masuk: 24 Mar 2011 (02:19 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi