| Serbi-serbi lainnya |
Dukungan dari dunia Arab ini disampaikan Perdana Menteri Qatar, Sheikh Hamad bin Jassim al-Thani, dalam rapat mendukung Palestina di PBB yang dilansir dari Reuters, 13 September 2011. Rapat tersebut membahas langkah-langkah yang akan diambil agar PBB mengakui Palestina sebagai negara yang berdaulat.
"Negara-negara Arab telah menyetujui pengajuan pengakuan Palestina sebagai negara dengan ibukota Yerusalem ke PBB," kata al-Thani, yang merupakan ketua komite Palestina untuk PBB.
Pemerintah Palestina memutuskan untuk meminta dukungan dan pengakuan dari PBB setelah mandeknya perundingan dengan Israel mengenai kemerdekaan. Palestina menuntut berdirinya negara Palestina yang berdaulat terdiri dari Tepi Barat, Jalur Gaza dan Yerusalem timur, semua daerah ini dikuasai Israel sejak Perang Timur Tengah tahun 1967.
Rencananya, pemerintah Palestina akan mengajukan proposal pengakuannya ke PBB pada Sidang Umum 19 September mendatang. Uni Eropa belum akan mengakui Palestina sebelum mendengarkan laporan Palestina tersebut.
Saat ini, posisi Palestina di PBB hanyalah sebagai peninjau. Jika tidak menjadi anggota tetap, setidaknya Palestina dapat menjadi negara non-anggota, posisi setingkat lebih tinggi dari peninjau. Untuk mendapatkan posisi ini, Palestina harus mendapatkan persetujuan dari mayoritas seluruh anggota PBB.
Dukungan Yordania dan Jerman
Selain dunia Arab, Yordania dan Jerman juga menyuarakan dukungan untuk solusi dua-negara yang memerlukan pembentukan negara Palestina merdeka yang hidup berdampingan dengan Israel, kata kantor berita resmi Petra seperti dikutip Xinhua.
Ketika bertemu dengan Menteri Luar Negeri Jerman Guido Westerwelle, Menteri Luar Negeri Yordania Nasser Judeh mengatakan, pembentukan negara Palestina merdeka adalah satu-satunya cara untuk mengakhiri konflik Palestina-Israel dan membuat perdamaian di wilayah tersebut.
Westerelle mengatakan negaranya ingin Israel aman, namun menginginkan sebuah negara Palestina.
Dia menambahkan, cara untuk mengakhiri itu adalah melalui perundingan, bukan konfrontasi.
Pemimpin Yordania menekankan peran penting Uni Eropa dalam menciptakan suasana yang cocok untuk dimulainya kembali perundingan Palestina-Israel.
AS Keberatan
Palestina sepertinya memiliki peluang. Pasalnya, menurut laporan di laman PBB, sebanyak 124 negara saat ini telah mengakui kedaulatan Palestina dan keanggotaan PBB. Namun, untuk menjadi anggota tetap Palestina harus terlebih dulu melalui persetujuan dari Dewan Keamanan PBB.
Namun Amerika Serikat, sebagai salah satu anggota tetap Dewan Keamanan, tampak keberatan. AS justru akan mengajukan veto jika PBB menerima Palestina sebagai anggota tetap.
Sebelumnya pada awal bulan ini, AS telah melobi lebih dari 70 negara untuk menentang pengakuan Palestina di PBB. Mereka beralasan hal ini akan menimbulkan ketidakstabilan di kawasan.
AS beranggapan pengakuan negara Palestina dari PBB baru bisa terjadi setelah adanya kesepakatan dengan Israel, termasuk mengenai isu perbatasan. AS bersikukuh melanjutkan perundingan perdamaian kedua negara, nyatanya perundingan mandek karena Israel melanggar kesepakatan tidak membangun pemukiman Yahudi di wilayah Palestina. []
© Viva/Metro
Masuk: 13 Sep 2011 (21:56 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi