| Serbi-serbi lainnya |
Novelis dan penulis Libya Samari Idris dalam sebuah wawancara telepon dengan AlJazeera mengatakan: "Polisi dengan pakaian dinas maupuan pakaian sipil menghadapi demonstran dengan gas air mata, pentungan dan semprotan air panas."
Aksi unjuk rasa ini datang setelah adanya pengumuman ratusan aktivis akan mengadakan aksi demonstrasi massa damai pada tanggal 17 Februari bertepatan dengan ulang tahun kelima dari demonstrasi di kota Benghazi pada tahun 2005 yang menghadapi tindakan represif polisi.
Tokoh dan faksi-faksi kekuatan politik, organisasi dan badan-badan hak asasi manusia Selasa kemarin (15/2) telah menuntut pengunduran diri pemimpin Libya Muammar Gaddafi. []
© eramuslim
Masuk: 17 Feb 2011 (05:50 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi