| Serbi-serbi lainnya |
"Pendidikan karakter merupakan cara paling efektif untuk membangun sikap kasih sayang. Saya berharap banyak suatu pendidikan itu bukan semata mendidik pengetahuan. Tenaga pendidik ini knowledge-nya harus bersamaan dengan pendidikan karakter, atau sebaliknya," kata Heryawan usai mebuka acara Pelatihan Guru Se-Jabar bertema 'Menjadi Guru yang Humanis dan Berbhineka' di Gedung UPI Bandung, Senin (17/10/2011).
Heryawan menilai saat ini krisis karakter mulai terjadi di kalangan anak muda. Contohnya mulai dari persoalan terkecil seperti menyontek, hingga budaya kekerasan.
Bila tidak diimbangi dengan pendidikan karakter, kata dia, sikap radikalisme menjadi ancaman para generasi muda.
"Karakter yang belum beres di sekolah ini bisa memunculkan kekerasan serta terorisme. Akibat kehilangan krisis karakter, maka kehilangan seluruh persoalan yang ada. Tanpa pendidikan karakter, misalnya, dapat membuat orang berbisnis tanpa etika yakni korupsi," ucap Heryawan.
Karena itu, lanjut dia, pendidikan agama adalah sumber awal atau ujung tombak guna membangun pendidikan karakter di kalangan pelajar. Menurutnya, guru semua mata pelajaran bisa menyelipkan pendidikan karakter saat mendidik pelajar di dalam kelas.
Pelatihan tersebut diikuti sekitar 300 guru mata pelajaran agama Islam se-Jawa Barat. Acara berlangsung 17-18 Oktober 2011 ini digagas Lazuardi Birru dalam rangka memperingati Sumpah Pemuda. []
© Detiknews
Masuk: 17 Okt 2011 (16:04 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi