| Serbi-serbi lainnya |
Ketua Dewan Pimpinan Pusat Front Pembela Islam (FPI) Habib Muhammad Rizieq Syihab mendatangi gedung Kemendagri untuk menanyakan pencabutan Perda Miras di sembilan kabupaten/kota di Indonesia.
Kali ini, kedatangan puluhan anggota kemasyarakatan tersebut tidak menggunakan atribut demonstrasi menggugat pencabutan Perda Miras seperti yang mereka lakukan kemarin.
Padahal, kemarin, sejumlah ruangan kantor Kemendagri rusak akibat diserang dengan hujan batu oleh massa gabungan FPI dan Forum Umat Islam (FUI).
Rizieq datang untuk menemui langsung Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi di ruang rapat utama di lantai 3 Gedung Kemendagri, Jakarta, Jumat (13/1)
FPI yang hadir di Kemendagri sekitar pukul 9.30 WIB langsung memasuki ruang rapat utama. Pertemuan kedua belah pihak dilakukan tertutup selama hampir dua jam.
Sekitar pukul 11.15 WIB, Rizieq ditemani dengan Kepala Pusat Penerangan Kemendagri Redonnyzar Moenek, keluar dari ruang rapat dan langsung menjelaskan hasil rapat tertutup tersebut.
"Kami sudah menyampaikan apa yang semestinya disampaikan," ujar Habib Rizieq yang ditemani dengan anggota FPI lainnya.
Lebih jauh, Rizieq menjelaskan FPI datang ke Kemendagri untuk meminta penjelasan mengenai surat yang dikirimkan oleh Mendagri kepada Bupati Indramayu dan Wali Kota Bandung.
"Saya juga memberikan kritik redaksional dalam surat tersebut yang kami tafsirkan sebagai instruksi pencabutan Perda tersebut," ujar Rizieq.
Menurutnya, kesalahan redaksional pada penempatan kata-kata dalam surat tersebutlah yang telah menimbulkan kesalahpahaman dengan beberapa pihak selama ini.
"Yang jelas tadi Mendagri sudah menjelaskan bahwa beliau akan menjamin tidak ada pencabutan Perda Miras," tambahnya.
Rizieq Minta Maaf
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi menyatakan bahwa Rizieq telah menyampaikan permohonan maaf atas perusakan gedung kantor Kementerian Dalam Negeri oleh massa pengunjuk rasa kemarin. Ditambahkan, Rizieq tidak meminta penghentian penyidikan polisi atas perusakan tersebut.
"Kami senang karena beliau sudah menyampaikan permintaan maafnya. Kita meminta agar ada diskusi jika memang ada yang kurang jelas. Jangan dengan datang dan melakukan tindakan merusak. Masalah laporan polisi tidak disinggung sama sekali. Beliau tidak menyinggung masalah itu," kata Gamawan usai bertemu dengan Rizieq di kantornya.
Pada dasarnya, Gamawan menyambut baik hasil pertemuannya dengan Ketua FPI setelah insiden perusakan kantornya. Dijelaskan, sebenarnya tidak ada pencabutan peraturan daerah soal minuman keras seperti yang diprotes. Kementerian hanya meminta klarifikasi terhadap sembilan daerah yang mengeluarkan Peraturan Daerah Anti Minuman Keras. "Itu juga sudah menjadi kewenangan dari Presiden, bukan menteri," ujarnya.
Polisi Periksa Tiga Pendemo
Di tempat lain, aparat kepolisian memeriksa tiga orang demonstran. Pemeriksaan dilakukan pada Jumat (13/1) bertepatan dengan pertemuan antara Rizieq dan Mendagri. Pemeriksaan itu dilakukan untuk mencari pihak-pihak yang bertanggung jawab dalam perusakan kantor Kemendagri itu.
"Sudah dilaporkan kemarin. Tiga orang sudah diperiksa dan dimasukkan ke dalam berita acara pemeriksaan (BAP). Akan kami minta pertanggungjawaban dari pengunjuk rasa karena tidak boleh beraksi anarkis," ungkap Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto di Mapolda Metro Jaya.
Tiga orang yang diperiksa, kata Rikwanto, adalah oknum yang berunjuk rasa serta pihak pelapor dari Kemendagri. Namun, polisi belum menetapkan satu tersangka pun dalam peristiwa ini. "Mereka baru saksi, belum ada tersangka," katanya.
Lebih lanjut, Rikwanto menjelaskan, aparat kepolisian akan bersikap profesional dan tidak melihat latar belakang pelaku perusakannya. "Kami tidak melihat itu ormas mana. Kami hanya lihat siapa yang ada di lapangan, dan itu ada pada mereka (saksi yang diperiksa)," ujarnya. []
Masuk: 14 Jan 2012 (00:20 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi