| Serbi-serbi lainnya |
Setelah memetakan sejumlah akar tersebut, Presiden pun mengaku tengah mengarahkan proses pembangunan yang dipimpinnya untuk memerangi akar-akar tadi.
Dalam salah satu bagian pidato kenegaraan yang disampaikannya di Gedung DPR RI, Jumat (14/8) pagi ini, Presiden menyampaikan 10 strategi untuk mencapai 10 sasaran guna memerangi terorisme di Indonesia.
"Pertama, mengatasi akar penyebab. Kedua, langkah-langkah intensif untuk mencegah dan memberantas aksi terorisme kapan pun dan di mana pun. Sasaran ketiga penciptaan demokrasi dan keterbukaan yang harus dimantapkan. Keempat, hukum dan ketertiban law and order yang harus selalu tetap dijaga," ungkap Presiden.
Selanjutnya, sasaran kelima adalah pertumbuhan ekonomi yang terus dijaga dan ditingkatkan. Keenam, kesejahteraan rakyat yang juga harus ditingkatkan. "Kita bersyukur angka kemiskinan berkurang dari 16,7 persen tahun 2004 menjadi 14,1 persen pada Maret 2009. Sedangkan pengangguran berkurang dari 9,9 persen pada tahun 2004 menjadi 8,1 persen pada Februari 2009," ujarnya.
Dikatakan Presiden, sasaran ketujuh adalah pembangunan tata kelola pemerintahan yang baik dan pemberantasan korupsi. Adapun kedelapan sasarannya adalah perlindungan lingkungan hidup yang mutlak harus dilakukan.
Sasaran kesembilan adalah pembangunan daerah yang harus berjalan semakin intensif. Kemudian, sasaran kesepuluh, pencegahan terorisme adalah dengan kemitraan dan kerja sama global. [Kmp]
Masuk: 14 Ags 2009 (11:39 UTC+07)









![Suasana Rapat Paripurna di Gedung DPR menjelang Pidato Kenegaraan Presiden SBY, Jumat (14/8) [Kompas] Suasana Rapat Paripurna di Gedung DPR menjelang Pidato Kenegaraan Presiden SBY, Jumat (14/8) [Kompas]](http://www.perisai.net/images/artikel/20090814103956_dc13692c46a35c3e8c0f5e859119f10f.jpg)
Komentar Pembaca
Rekomendasi