| Serbi-serbi lainnya |
Kelompok militan Sunni, Negara Islam Irak, telah mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut. Hampir 60 orang terbunuh dalam peristiwa mengenaskan tersebut.
Sejak peristiwa itu, sejumlah aksi pengeboman terhadap orang-orang Kristen di Irak terus berlanjut. Aksi ini mendapatkan kecaman dari para pemimpin gereja dan komunitas internasional.
Juru bicara Badan Keamanan AS, Mike Hammer, mengutuk serangan teroris itu dan menyatakan belasungkawa bagi para korban. Sementara itu, Paus Benediktus XVI dan Dewan Gereja Dunia juga ikut mengeluarkan kecaman.
Sementara itu, para pengawas hak-hak asasi manusia mengatakan bahwa sasaran kelompok ekstrimis tersebut adalah untuk mengeliminasi umat Kristen dari Irak.
Badan PBB yang menangani pengungsi, UNHRC, melaporkan, sejak 2003 sudah ada sekitar 500.000 warga Kristen Irak yang meninggalkan negara itu. Sebelumnya, ada sekitar 1,2 juta orang Kristen tinggal di Irak. [ ]
© Christian Post
Masuk: 28 Nov 2010 (10:20 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi