| Serbi-serbi lainnya |
Departemen Luar Negeri Amerika menyimpulkan keputusan Ahmadinejad yang memilih Ahmad Vahdi sebagai langkah ‘menganggu’ bagi Amerika. “Iran sekarang mengambil langkah mundur dengan mengambil langkah mengangkat pejabat tinggi dibidang pertahanan, yang diketahui seorang tersangka kegiatan teroris”, ujar pejabat Deplu AS, PJ Crowley. “Iran telah mengirimkan pesan yang salah”, tambahnya.
Sementara itu, Presiden Barack Obama memberikan waktu sampai akhir September ini untuk memprbaharui pembicaraan mengenai masalah proyek nuklir, yang dicurigai sebagai langkah pembuatan senjata nuklir. Amerika menginginkan bersama dengan masyarakat internasional dalam mengatasi ancaman nuklir.
Selain Amerika yang sudah menolak pencalonan Vahidi ini, Israel dan Argentina juga mengutuk pengangkatan Vahidi sebagai menteri pertahan yang baru Iran. Pilihan Presiden Mahmud Ahmadinejad ini menunjukkan sikapnya yang tidak mau kompromi dengan tekanan Barat, yang menginginkan Iran menghentikan program nuklirnya.
Sebelumnya, Ahmad Vahidi sebagai tokoh yang memimpin pasukan garda revolusi Iran, yang terkenal, saat perang melawan Iraq, dan mempunyai peran yang sangat besar, khususnya dalam menjaga keutuhan pemerintah Iran, yang didukung para tokoh mullah Iran.
Vahidi menjadi tersangka dan buron Interpol, karena dituduh terlibat dalam pemboman pusat kebudayaan Yahudi di ibukota Argentia di Buenos Aires, di tahun 1994. Tapi, semuanya itu belum pernah dibuktikan atas keterlibatan Vahidi dengan secara nyata. Yang pasti AS, Israel, dan sekutunya mengkhawatirkan terpilihnya tokoh ini, yang pernah menjadi Kepala Garda Revolusi Iran. [EM]
Masuk: 04 Sep 2009 (16:44 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi