| Serbi-serbi lainnya |
Januari lalu Uni Eropa menjatuhkan sanksi kepada Iran yang di antaranya berisi pembekuan semua aset bank sentral Iran dan mengembargo minyak Iran mulai berlaku Juli mendatang.
Menteri Perminyakan Iran, Roastam Qassemi awal bulan ini sempat memperingatkan bahwa Teheran akan menghentikan ekspor minyak ke negara-negara Uni Eropa. Sekitar 18 persen dari pasokan minyak ke 27 negara Uni Eropa memang berasal dari Iran.
Akan tetapi langkah Iran itu tampaknya tidak mempunyai dampak langsung terhadap pasokan minyak negara-negara Eropa karena baik Prancis maupun Inggris sejak tahun lalu telah mulai memotong impor minyak dari Iran menjadi kurang dari tiga persen untuk kebutuhan harian mereka.
Sanksi Uni Eropa yang dijatuhkan bersamaan dengan sanksi Amerika Serikat, merupakan bagian dari langkah negara-negara Barat untuk menekan Iran menghentikan program nuklir mereka - program yang menurut Barat ditujukan untuk mengembangkan senjata pemusnah masal. Iran menyangkal tuduhan itu.
Ali Reza Nikzad-Rahbar, juru bicara kementrian perminyakan Iran, dalam situs resmi kementrian itu mengatakan "ekspor minyak mentah ke perusahaan-perusahaan Inggris dan Prancis telah dihentikan."
"Kami mempunyai pelanggan dan tidak keberatan untuk menjual serta mengekspor minyak mental ke pelanggan baru," kata Nikzad-Rahbar.
Sementara itu kementrian luar negeri Inggris menolak untuk berkomentar terkait langkah Iran itu, demikian juga dengan Prancis.
Selain kepada dua negara itu, seperti yang dilaporkan kantor berita Mehr, perusahaan minyak nasional Iran, juga telah mengirim surat kepada sejumlah kilang minyak Eropa. Surat itu berisi ultimatum agar mereka menandatangani kontrak jangka panjang dari dua hingga lima tahun atau pasokan untuk mereka akan dihentikan. []
© Berita Satu
Masuk: 20 Feb 2012 (10:15 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi