| ||
| Serbi-serbi lainnya | ||
Rahesabz menyebut nama 92 orang yang ditangkap, termasuk 10 pembantu pemimpin oposisi Mir Hussein Mousavi, 17 wartawan yang kebanyakan bekerja untuk media reformis dan beberapa anggota kepercayaan Bahai, yang tak diakui.
Sebanyak 94 mahasiswa lain yang tak disebutkan namanya juga telah ditangkap, sebagian besar di kota suci Mashhad, kata situs itu.
Pada 27 Desember, delapan orang tewas setelah bentrokan meletus antara pasukan keamanan dan pendukung oposisi yang melakukan demonstrasi baru pada waktu perkabungan Syiah Asyura.
Pasukan keamanan menangkap ratusan orang dalam demonstrasi itu, sedikitnya 300 dari mereka masih ditahan di Teheran, kata polisi.
Dan para pendukung pemerintah melakukan demonstrasi tandingan untuk minta para pemimpin oposisi dihukum.
Rahesabz adalah satu dari 60 organisasi. Iran telah melarang warga untuk berhubungan dengannya, lapor media resmi Senin. BBC, Human Rights Watch dan beberapa badan siaran yang didanai AS adalah beberapa organisasi lain yang terkena "larangan hubungan" itu.
Situs Internet oposisi itu mengatakan 12 orang Bahai telah ditangkap, di antara mereka bekas sekretaris kelompok HAM pimpinan penerima Nobel perdamaian Shirin Ebadi. Saudara perempuan Ebadi juga ditahan tak lama setelah demonstrasi oposisi Ahad. Pengikut kepercayaan Bahai, yang didirikan di Iran pada 1863, dianggap sebagai kafir dan telah menderita penyiksaan sebelum dan setelah revolusi Islam 1979.
Sejumlah pembangkang dari Gerakan Kebebasan Iran, kelompok tidak sah tapi ditoleransi, dan juga keluarga mereka serta puluhan aktivis HAM dan mahasiswa, juga telah ditahan, menurut laporan Rabu.
Presiden Mahmoud Ahamadinejad, yang pemilihannya kembali Juni yang diperselisihkan telah memicu sejumlah demonstrasi sejak itu, telah menuduh musuh Iran AS dan Israel telah melakukan demonstrasi anti-pemerintah terakhir.
Gelombang baru penangkapan itu terjadi ketika kelompok garis keras meningkatkan tekanan pada oposisi. Beberapa ulama senior garis keras bahkan sejauh ini telah menyatakan para pemrotes itu sebagai "mohareb" -- musuh Tuhan -- yang pantas dieksekusi.
Mir Hossein Mouzavi, yang keponakannnya sendiri ditembak mati pada Asyura, mengatakan ia siap mati untuk pembaruan dalam tanggapannya pada sejumlah peristiwa belakangan. Bekas perdana menteri itu, yang mencalonkan diri menghadapi Ahmadinejad, telah menawarkan lima butir rencana dalam upaya untuk menemukan jalan ke luar bagi krisis dan meminta diakhirinya kekerasan terhadap demonstran.
Ia menyatakan pemerintah harus memikul tanggungjawab dan minta perbaikan undang-undang pemilihan negara itu, pembebasan tawanan, kebebasan media dan pengakuan atas hak untuk megadakan demonstrasi seperti diabadikan dalam konstitusi. Sebagian besar usulnya telah dikesampingkan oleh tokoh dan media garis keras.
Iran menangkap puluhan reformis dan wartawan yang mendukung oposisi tak lama setelah pemilihan presiden ketika demonstrasi massa jalanan meletus di Teheran. Beberapa dari mereka telah diadili, dijatuhi hukuman beberapa tahun penjara. Puluhan demonstran telah tewas termasuk tiga dalam tahanan. [rep]
⇒ 07 Jan 2010 (11:51 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi