| Serbi-serbi lainnya |
Studi yang dilakukan oleh Sofer adalah dengan menghitung asumsi pertumbuhan penduduk di sektor kaum Yahudi hareidi yang mengalami pertumbuhan 6-7%. Dengan asumsi ini, maka diperkirakan pada 2030, jumlah penduduk hareidi mencapai satu juta jiwa.
Tingkat pertumbuhan ini tidak dialami di sektor sekuler. Karena itu, Sofer menyerukan adanya "revolusi sekuler," sebab, jika tidak begitu, maka kelak kaum sekuler akan dipaksa hidup di dunia yang mayoritas orang beragama.
Bagi Sofer, gaya hidup yang ditawarkan kelompok beragama di Israel sangatlah tidak baik bagi kaum sekuler. Kelompok beragama akan memaksakan suatu sistim sekolah yang mengajarkan Torah, sistim hukum berbasis hukum Yahudi (halakha) serta hilangnya bentuk-bentuk hiburan kontemporer. Hal ini tentu saja akan memaksa kaum sekuler untuk meninggalkan Israel.
Sofer menyerukan untuk mencegah skenario tersebut dengan mendesak agar sekolah-sekolah mengajarkan demokrasi dan nilai-nilai Barat.
"Jika para pengambil keputusan tidak bangkit, maka visi Zionis akan berdampak pada kembalinya Israel ke pembuangan, dan akan kembali berhadapan dengan anti-Semitisme serta asimilasi," kata Sofer.
Profesor Sofer memang dikenal dengan prediksi-prediksi suramnya. Pada 1987, ia memprediksikan bahwa pada tahun 2000, Israel tidak akan lagi menjadi negara Yahudi. Namun, prediksinya itu meleset, karena faktanya, hingga tahun 2000, jumlah populasi Yahudi di negara itu mencapai 80%, hanya selisih sedikit dibanding jumlah populasi Yahudi pada 1987 ketika Sofer mengeluarkan prediksinya. []
© Arutz Sheva
Masuk: 05 Apr 2011 (20:29 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi