| Serbi-serbi lainnya |
Pernyataan tersebut dikemukakan Step Vaessen dalam salah satu acara televisi yang populer di Belanda, Zomergasten, Minggu (7/8).
Sebagaimana dikutip oleh Radio Nederand Wereldomroep (RNW), dalam Zomergasten, Vaessen menyinggung soal peristiwa penyerangan dan pembunuhan terhadap para pengikut Ahmadiyah di Cikeusik. Bahkan, Vaessen sempat menampilkan video penganiayaan terhadap anggota Ahmadiyah.
Menurut Vaessen, setelah mendalami dan menyelidiki lebih lanjut perihal kasus tersebut, ia berkesimpulan bahwa tragedi Cikeusik bukan berlatar belakang agama, melainkan politik.
"Ada sejumlah mantan jendral Indonesia yang dulu berkuasa, berada di belakang para penyerang," kata Vaessen.
Apalagi ternyata vonis yang dijatuhkan kepada para pelaku sangatlah ringan, antara tiga sampai enam bulan penjara. Ringannya vonis tersebut disebabkan karena hakim takut akan serangan balasan dari para jendral ini.
Sayangnya, Vaessen enggan menyebutkan nama-nama para jendral yang dimaksudnya.
Vaessen adalah jurnalis yang sudah 14 tahun bekerja di Indonesia. Ia pernah menulis buku berjudul Jihad dengan Sambal. []
Masuk: 11 Ags 2011 (02:22 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi