| Serbi-serbi lainnya |
Aksi itu menuntut agar tidak ada campur tangan agama kepada urusan politik. Aksi yang berlangsung 25 April lalu itu, sangat mencengangkan oleh banyak fihak. Karena selama ini belum pernah ada gerakan yang berskala besar yang terang-terangan menolak campur tangan agama dalam kehidupan politik. Gerakan di Lebanon itu, menuntut total, agar di Lebanon diberlakukan kehidupan yang sekuler. Artinya, agama tidak memiliki peran apa-apa dalam politik.
Mereka berjalan menuju parlemen, dan menentang semua keterlibatan agama dalam politik. Mereka juga menginginkan agar pemerintah dan parlemen Lebanon melarang politik sektarian, yang bersumber dari agama. Hari Senin kemarin, sebagai hari 'Kebanggaan terhadap Sekulerisme". Mereka menolak adanya dominasi agama dalam kehidupan politik dan sosial.
Memang, di Lebanon terlalu banyak aliran keagamaan, dibandingkan dengan negara-negara Arab lainnya. Ini mempunyai implikasi. Seperti misalnya pernikahan yang berlainan agama dilarang. Termasuk merambah dalam pendidikan, pekerjaan, dan diberlakukan sistem quota, yang berdasarkan agama.
Dibidang politik dan pemerintahan juga dibagi berdasarkan agama. Misalnya, presidennya seorang Kristen, dan perdana menteri dari Sunni, ketua parlemennya Syiah, dan wakil Druze. Tentu yang paling rumit dalam angkatan bersenjata. Di Lebanon masing-masing kelompok memiliki pasukan tentara (milisi) dengan kemampuan persenjataan yang baik. Seperti Hizbullah (Syiah) dapat menghadapi Israel dengan seimbang.
Ini yang kemudian melahirkan 'warlord' (panglima) perang yang memiliki pasukan dengan senjata yang sangat besar. Tak heran di Lebanon, selain serangan dari Israel negeri ini, juga terus terjadi perang saudara, antara berbagai golongan dengan latar belakang agama dan ideologi yang ada.
Begitu jua setiap orang yang akan bekerja di sebuah perusahaan dan kantor, maka terlebih dahulu, yang ditanyakan dari golongan apa, dan apa agamanya. Dan sejak pasca perang Dunia II, Lebanon sudah terbelah dalam kelompok-kelompok keagamaan yang sangat ketat. Dengan berada dalam sekte atau kelompok agama, itu berarti mereka mendapatkan perlindungan politik dan militer.
Aksi demo yang menolak peranan agama itu, diadakan dan di dukung kalangan elite kampus, dan organisasi NGO yang berafiliasi pada ideologi kiri, yang sekarang mulai merambah ke Timur Tengah, tentu dengan gerakan pasifisme yang sekarang menjadi trend diberbagai negara.
Gerakan ini menginginkan adanya perlindungan dan pemberian hak bagi kelompok gay, wanita, dan sejumlah isu lainnya. Tetapi, gerakan ini baru, dan belum mendapatkan perhatian yang serius dari publik di Lebanon. [EM]
Masuk: 27 Apr 2010 (17:00 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi