| Serbi-serbi lainnya |
Ulama Syi'ah tersebut ditangkap Jumat lalu setelah khotbah Jumat di mana dalam khotbahnya ia mengatakan Arab Saudi harus menjadi monarki konstitusional.
Syaikh Tawfiq al-Amir telah ditangkap beberapa kali karena menuntut kebebasan bagi paham Syi'ah, minoritas di Arab Saudi, mendapat kebebasan untuk melaksanakan ajaran agama mereka.
Aksi Protes Jumat kemarin (4/3) datang satu hari setelah demonstrasi serupa di provinsi ini. Pada hari Kamis sebelumnya, ratusan demonstran di kota-kota Qatif dan Awamiyya turun ke jalan dan menyerukan pembebasan tahanan Syi'ah, yang mereka katakan ditahan secara tidak adil, beberapa diantaranya ditahan selama 16 tahun.
"Kami ingin para tahanan bebas tapi kami juga memiliki tuntutan lain. Kami ingin kesetaraan," kata seorang pengunjuk rasa di Qatif.
Ppemerintah Saudi telag menangkap 22 orang yangikut gambil bagian dalam aksi protes di Qatif.
Aksi Protes terbaru berlatar belakang serun protes anti-pemerintah yang diharapkan semakin besar pada bulan Maret ini.
Para pemuda Syi'ah Saudi telah menamai 11 Maret sebagai Hari Kemarahan di situs jejaring sosial Facebook. []
© eramuslim
Masuk: 06 Mar 2011 (01:00 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi