| Serbi-serbi lainnya |
Anggota Kompolnas, Novel Ali mengatakan, penjelasan dari bekas Kapolri Sutanto, yang kini menjabat sebagai Kepala Badan Intelejen Negara, itu sangat diperlukan untuk menjaga citra kepolisian.
"Informasi seperti yang saya katakan tadi, punya dua kemungkinan. Negatif dan positif. Subjektif dan objektif. Punya kepentingan atau tidak punya kepentingan. Nah, yang penting di balik itu tidak perlu ada fitnah. Kita coba menyikapi itu secara bijak, tapi memang sebaiknya, kalau memang sangat baik kalau Pak Tanto memberi penjelasan dan melakukan perlawan terhadap informasi itu untuk menghilangkan keragu-raguan."
Sebelumnya, laman pembocor kabel diplomatik Wikileaks menyebutkan kedekatan bekas Kapolri Sutanto dengan kelompok radikal FPI.
Kepala Badan Intelejen Negara, itu juga disebut-sebut pernah membiayai aksi demonstrasi FPI saat isu kartun gambar Nabi Muhammad mencuat, 2006 silam. []
© KBR68H
Masuk: 03 Sep 2011 (22:51 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi