| Serbi-serbi lainnya |
Jumlah ini bertambah lebih dari lima puluh persen dari total desa yang terancam krisis pangan sebelumnya yakni 560 desa. Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Pertanian NTT, Nicolaus Bala Nuhan mengatakan, gagal panen dan kekeringan yang terjadi di NTT disebabkan oleh perubahan iklim ekstrem. Nicolaus berjanji pemerintah setempat bakal membagikan beras miskin untuk mengatasi hal ini.
"Kalau untuk mengatasi tiga atau empat bulan ini diutamakan itu padat karya tadi, dengan beras-beras raskin itu, ada pembagian beras raskin, kemudian untuk tiga atau empat bulan ini kita memanfaatkan daerah-daerah air sungai." ungkapnya.
Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Pertanian NTT, Nicolaus Bala Nuhan menambahkan, jika dalam tiga bulan ke depan tidak dikirim bantuan, maka status ancaman rawan pangan bisa meningkat menjadi rawan pangan. Berdasarkan hasil analisa pangan terdapat sembilan kabupaten yang terancam rawan pangan, yakni Kabupaten Ngada, Nagekeo, Kupang, Sumba Timur, Lembata, Timor Tengah Utara, Flores Timur, Belu dan Alor. []
© KBR68H
Masuk: 09 Sep 2011 (00:48 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi