| ||
| Serbi-serbi lainnya | ||
Sekretaris Negara urusan Pendidikan, Michael Gove, mengatakan bahwa ia terbuka dengan gagasan tersebut sebagai bagian dari reformasi dari departemen yang dipimpinnya. Demikian dikemukakan oleh Gove dalam siaran Radio Premier.
Langkah ini diambil menyusul kuatnya desakan dari Prof. Richard Dawkins dalam kampanye anti-imannya.
Menurut Gove, ia tertarik dengan usulan mendirikan sekolah bagi warga yang tidak beragama setelah Prof. Dawkins, penulis The God Delusion, menyatakan setuju dengan gagasan pendirian sekolah bagi para free-thinkers, sebutan bagi kelompok yang mengembangkan pemikiran tanpa dibatasi oleh apapun, terutama iman dan agama.
Ann Widdecombe, Sekretaris Negara urusan Dalam Negeri juga mengaku tidak keberatan dengan gagasan tersebut. Menurutnya, gagasan tersebut bukanlah sesuatu yang harus ditentang.
"Jika Anda dapat mendirikan sekolah bagi orang-orang beriman, maka Saya pikir, Anda juga harus membolehkan mendirikan sekolah bagi orang-orang yang memiliki orang tua yang tidak beriman." Kata Widdecombe.
Sekitar sepertiga dari 21.000 sekolah dasar dan sekolah menengah di Inggris adalah sekolah berbasis agama. Mayoritas di antaranya adalah Anglikan atau Katolik. Sebagian kecil lainnya adalah sekolah-sekolah Yahudi, Muslim, Sikh dan Hindu.
Menurut hukum Inggris, semua sekolah harus memberikan pendidikan agama bagi anak-anak didiknya. Meskipun, orang tua diberi kebebasan untuk melarang anak-anak mereka menghadirinya. []
© Christian Today
⇒ 31 Jul 2010 (01:02 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi