| Serbi-serbi lainnya |
Pernyataan Lev-Ran tersebut diberikan kepada sebuah kantor berita Israel menanggapi pertanyaan kapan persisnya Masjid al-Aqsa akan hancur.
Lev-Ran menambahkan bahwa rencana darurat selalu ditawarkan ketika Ramadhan, di mana penjagaan Israel kian ditingkatkan.
Para pengamat meyakini bahwa "ramalan" Lev-Ran tersebut hanyalah sebuah ujian untuk memancing kemarahan warga Muslim dan Arab. Menurut mereka upaya penghancuran Masjid al-Aqsa akan berhasil dicegah jika umat Muslim di seluruh dunia bersatu.
Israel memang sejak lama melakukan beragam cara menumbangkan situs suci tersebut. Israel bahkan mencegah upaya perbaikan yang dilakukan di Masjid itu, seperti yang terjadi pada November lalu, ketika Polisi Israel menahan tiga penjaga Masjid al-Aqsa yang hendak melakukan perbaikan di Sekolah Islam al-Khatuniya di Masjid al-Aqsa.
Polisi juga memanggil para insinyur dari kementerian urusan agama Palestina yang merupakan anggota komite renovasi Masjid untuk diinterogasi.
Sekolah al-Khatuniya berada di belakang mihrab (bagian dari bangunan masjid atau mushalla yang biasanya digunakan sebagai tempat imam memimpin salat berjamaah, red) Masjid al-Aqsa dan ada pintu serta tangga yang menuju ke sana di balik mihrab itu. Sekolah tersebut adalah bagian dan perluasan dari Masjid al-Aqsa lama dan mencakup bagian-bagian lain serta sebuah perpustakaan Islam.
Sheikh Abdelazim Salhab, kepala dewan wakaf Islam, mengecam aksi Israel ini sebagai serangan terhadap Masjid al-Aqsa dan pelanggaran yurisdiksi dari kementerian urusan agama dan institusinya, satu-satunya pihak yang berwenang merestorasi situs-situs suci Islam di wilayah pendudukan Palestina.
Kepala unit Yerusalem mengatakan rencana dalam cakupan luas itu memimpikan pemukiman-pemukiman baru di kota tersebut dan sebuah transformasi penuh dari Kota Tua Yerusalem.
Oleh karena itu, fraksi Hamas yang memegang kendali di Jalur Gaza menyerukan kepada negara-negara Arab dan Muslim untuk menghentikan semakin meningkatnya upaya-upaya Israel untuk menghancurkan Masjid al-Aqsa.
Juru bicara Hamas, Fawzi Barhoum, memperingatkan bahwa meningkatnya upaya Israel tersebut ada hubungannya dengan skema berbahaya Zionis untuk meyahudikan kota Yerusalem terjajah dan menghancurkan Masjid al-Aqsa.
Barhoum menegaskan, serangan-serangan terbaru Israel terhadap al-Aqsa, Yerusalem dan para penduduknya dilakukan untuk mewujudkan yang pernah dideklarasikan perdana menteri Israel, untuk mewujudkan terciptanya "negara Yahudi." []
© Suara Media
Masuk: 05 Des 2010 (15:15 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi