| Serbi-serbi lainnya |
Majalah itu akan diganti nama menjadi Sharia Hebdo, kata majalah mingguan itu dalam satu pernyataan.
Ennahda meraih sebagian besar suara dalam pemilihan umum Tunisia Oktober lalu dan mencoba membentu pemerintahan koalisi.Pemimpin redaksi dan sekaligus karikaturis majalah ini Charb mengatakan langkah ini tidak ditujukan sebagai provokasi.
"Untuk merayakan kemenangan Partai Islamis Ennahda di Tunisia... Charlie Hebdo mengangkat Muhammad sebagai pemimpin redaksi dalam edisi mendatang," kata majalah itu dalam satu pernyataan.
"Nabi tidak perlu diminta dua kali dan kami berterimakasih," kata pernyataan itu.
Sampul majalah itu untuk edisi berikutnya akan keluar hari Rabu (02/11) dan menunjukkan Nabi Muhammad yang mengatakan "100 cambukan bila Anda tidak tertawa."
Pemred sebelumnya dibebaskanArtikel majalah juga akan mencakup tajuk rencana oleh Nabi berjudul Minuman Pembuka Halal dan halaman tambahan untuk perempuan yang disebut Ibu Shariah.
Charb mengatakan kepada kantor berita AFP, "Kami tidak merasa menimbulkan provokasi. Kami hanya melakukan tugas kami seperti biasa."
"Perbedaannya adalah minggu ini (Nabi) Muhammad kami jadikan sampul majalah dan sangat jarang untuk menempatkannya di depan."
Ennahda berjanji untuk bekerjasama dengan partai liberal Tunisia lain dan menghargai upaya persamaan gender.
Pada tahun 2007, pemimpin redaksi majalah itu dibebaskan atas dakwaan menghina umat Islam karena menerbitkan karikatur Nabi Muhammad yang sebelumnya tampil di surat kabar Denmark dua tahun sebelumnya.
Reaksi dari dunia Muslim terus memanas pada bulan Januari dan Februari 2006 dan menjadi protes yang diwarnai kekerasan.
Karikaturis Denmark Kurt Westergaard yang menggambar 12 wajah Nabi Muhammad tahun 2005 di harian Denmark Jyllands-Posten, menjadi sasaran sejumlah kelompok yang menganggap gambar-gambar itu penghinaan. []
© BBC
Masuk: 03 Nov 2011 (16:19 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi