| ||
| Serbi-serbi lainnya | ||
Kebanyakan negara mitra AS, kata dia, sudah banyak tahu tentang kegiatan di stasiun luar angkasa. "Kini tinggal kami mencari partner non-tradisional," ujar dia seperti ditulis situs harian Orlando Sentinel edisi 16 Februari. Partner non-tradisional yang dijadikan prioritas adalah negara-negara yang belum memiliki program luar angkasa.
Terhadap negara-negara itu, menurut dia, NASA siap membantu untuk memberikan arahan dan mengikutkannya dalam misi ilmiah. Dalam kesempatan itu dia pun menyatakan tertarik untuk membantu Indonesia dalam urusan antariksa, juga termasuk program pendidikan yang terkait dengan isu perubahan iklim global.
"Kami benar-benar senang dengan Indonesia, sebab kini Departemen Pendidikan dan beberapa lembaga lain telah menjangkau Indonesia sebagai negara berpenduduk Muslim terbanyak di dunia," ungkap Bolden. Dia pun berjanji untuk segera mendapatkan partner di Indonesia. [nuo]
⇒ 17 Feb 2010 (17:55 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi