| Serbi-serbi lainnya |
Obama menyatakan kelak akan menghadapi masa berat dalam melakukan negosiasi dengan Iran, siapa pun yang memimpin pemerintahan di Iran.''Perbedaan antara Ahamdinejad dan Mousavi dalam kebijakan aktual mungkin tak sebesar yang dikampanyekan,'' katanya kepada CNBC, Selasa (16/6).
Sejumlah pengamat di AS juga bersikap sangat berhati-hati dalam merespons optimisme kemenangan Mousavi dalam pemilu di Iran. Mereka menyatakan pula bahwa Obama tak akan mudah mengajak Iran melakukan negosiasi terutama soal program nuklirnya siapa pun yang kelak memimpin Iran.
Menurut BBC Obama mewaspadai jangan sampai AS masuk dalam arus aksi massa dan terlihat memberikan dukungan pada Mousavi dan para pendukungnya. Sebab, sejumlah laporan intelijen mengungkapkan kemungkinan Ahmadinejad memang memenangkan pemilu secara jujur.
Obama juga berada di bawah tekanan para politisi konservatif, yang mendesak agar AS memberikan dukungan secara terbuka terhadap aksi massa pendukung Mousavi.''Dia harus bicara bahwa ini adalah pemilu yang curang, memalukan, dan korup,'' kata John McCain, mantan lawan Obama dalam pemilu presiden lalu.
Selain itu, Obama menyatakan pula bahwa ia tak ingin terlihat mencampuri urusan dalam negeri Iran. ''Ini tak produktif, melihat sejarah hubungan AS dan Iran, jika terlihat AS mencampuri penyelenggaraan pemilu di Iran,'' katanya menegaskan.
Larangan Pers
Namun demikian, Obama dan pejabat AS menyatakan sangat menaruh perhatian atas apa yang terjadi di Iran. Termasuk pelarangan pemberitaan media. Namun AS juga menegaskan tak ingin larut dalam drama politik yang terjadi di sana. Deplu AS, mengakui pula mereka telah menghubungi Twitter.
Twitter, yang memberikan pelayanan jejaring sosial ini, diminta untuk menunda melakukan upgrade yang bisa menghentikan layanan kepada warga Iran yang kini menghadapi sengketa hasil pemilu presiden. Selama ini, Twitter dan Facebook banyak dugunakan pemuda Iran mengkoordinasi protes atas hasil pemilu.
Permintaan Deplu AS pun direspons baik oleh Twitter Inc. Mereka menyatakan telah melakukan penundaan upgrade. ''Kami menunda rencana tersebut karena ini menjadi alat komunikasi yang penting di Iran,'' demikian pernyataan yang dikeluarkan oleh Twitter Inc.
Deplu AS menolak untuk memberikan keterangan secara rinci mengenai kontak mereka dengan Twitter. Sejumlah pejabat Deplu menyatakan bahwa pihanya hanya memberikan informasi kepada Twitter Inc bahwa Twitter merupakan bentuk komunikasi yang penting digunakan warga Iran.
Sejumlah pihak menyatakan langkah Deplu terhadap Twitter dan perusahaan penyedia jejaring sosial lainnya yang digunakan oleh warga Iran, merupakan pertanda campur tangan AS terhadap pemilu Iran. Namun Jubir Deplu AS, Ian Kelly menolak jika ini sebagai campur tangan AS atas urusan dalam negeri Iran. [Rep]
Masuk: 17 Jun 2009 (15:08 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi