| Serbi-serbi lainnya |
Tempat kedua diduduki oleh kubu konservatif, Partai Salafi Al Nur dengan 25 persen suara atau 121 kursi. Sedangkan partai liberal, Partai Wafd meraih 36 kursi dan partai sekuler, Koalisi Mesir, merebut 33 kursi.
Dengan hasil tersebut maka partai-partai Islam menguasai sekitar dua pertiga parlemen.
Sebelumnya, Ikhwanul Muslimin merupakan organisasi yang dilarang di bawah pemerintahan Presiden Husni Mubarak. Kemenangan mutlak ini membuat FJP memutuskan seorang politisi senior Saad al-Katatni, untuk ditunjuk sebagai ketua parlemen.
Kendati demikian, presiden yang kelak akan membentuk pemerintahan bukan berarti dari partai pemenang pemilu.
Warga Mesir memberikan suara dalam tiga tahap pemilu yang berlangsung selama enam pekan untuk memilih 498 anggota parlemen. Sementara 10 anggotanya ditunjuk oleh Dewan Agung Militer, yang saat ini memerintah Mesir untuk sementara waktu.
Berdasarkan sistem pemilihan Mesir, warga memilih dua pertiga anggota parlemen berdasarkan partai, yang memiliki daftar calon masing-masing. Hanya sepertiga calon individu yang dipilih langsung.
Sementara Februari mendatang juga akan digelar pemilihan umum untuk majelis tinggi parlemen. Setelah itu akan dipilih 100 anggota dari majelis tinggi dan majelis rendah yang bertugas untuk menyusun konstitusi baru.
Adapun pemilihan presiden rencananya akan dilangsungkan pada Juni mendatang. []
© MetroTv
Masuk: 22 Jan 2012 (03:12 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi