| Serbi-serbi lainnya |
"Kami meminta Israel menggunakan pengaruhnya di masyarakat internasional untuk mengakhiri rezim tirani Qadhafi dan keluarganya," kata Shabani dalam wawancara lewat telepon Rabu, 24 Agustus 2011.
Saat ini, kelompok pemberontak telah menguasai hampir seluruh ibu kota Tripoli, termasuk Bab al-Aziziyah, yang merupakan kompleks kediaman keluarga Qadhafi. Namun, hingga kini, pemimpin berusia 69 tahun itu belum diketahui nasibnya.
Saif al-Islam, putra kedua Qadhafi, yang sempat dinyatakan ditahan oleh kubu pemberontak, mengaku ayahnya dalam keadaan selamat dan masih berada di Tripoli. Ia diyakini bersembunyi di dalam sebuan bunker di luar ibu kota.
Shabani, 43 tahun, adalah anak mantan menteri di pemerintahan Raja Idris yang digulingkan Qadhafi pada 1969. Setelah pergantian kekuasaan, keluarga Shabani kabur dari Libya dan tinggal di London.
Shabani yang bersekolah di Inggris lantas kembali ke Libya dan bekerja untuk pihak oposisi. Ia mulai menetang pemerintah Maret lalu, namun kembali ke London karena merasa keselamatannya terancam.
Shabani tidak dapat memastikan apakah pemerintah terpilih nantinya di Libya bakal membina hubungan diplomatic dengan Israel. "Itu pertanyaan sangat sensitif. Persoalannya adalah apakah Israel akan mengakui kami," katanya. []
© Tempo Interaktif
Masuk: 25 Ags 2011 (03:57 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi