| ||
| Serbi-serbi lainnya | ||
Seruan tersebut disampaikan melalui pesan audio yang dirilis pada Rabu (11/8).
Pesan itu juga dimuat dalam sebuah laman situs internet yang digunakan oleh kelompok Islamis, bahkan sering dikumandangkan ke seluruh pemerintah Saudi.
"Sesungguhnya kalian yang bekerja dalam menjaga tiran pangeran atau menteri-menteri, atau berada di wilayah orang-orang Kristen, atau yang bisa menjangkau mereka, harus mencasi bantuan Allah dan membunuh mereka," kata orang nomor dua di al-Qaidah Semenanjung Arabia, Said al-Shihri.
Shihri adalah seorang mantan narapidana di pusat penjara militer AS di Teluk Guantanamo, Kuba. Ia menyatakan bahwa al-Qaidah Semenanjung Arabia telah menerima permohonan petunjuk dari anggota angkatan bersenjata Saudi.
Selain menyerukan pembunuhan terhadap orang-orang Kristen, Shihri juga menyerukan kepada para pengikut al-Qaidah untuk memastikan bahwa mereka tidak salah dalam membunuh orang-orang Muslim.
"Takutlah kepada Allah dengan cara menghormati darah orang Muslim... meskipun itu dapat menjadi alasan bagimu untuk menunda serangan," kata Shihri.
Shihri juga menyerukan kepada pengikut-pengikutnya yang ada dalam angkatan-angkatan bersenjata untuk menyerang Israel dari arah Barat Laut Saudi Arabia di Gurun Arabia, menyerang daerah pantai Eilat di Israel.
"Bawalah senjata kalian untuk melawan Israel, yang hanya beberapa kilometer jaraknya dari kalian, yang cahayanya bisa kalian lihat (pada malam hari) dari kota Haql," kata Shihri.
"Siapapun di antara kalian yang bertugas sebagai pilot haruslah menjadi martir di langit Palestina, dan kalian yang bekerja di angkatan laut haruslah mengarahkan senjatanya ke arah orang-orang Yahudi di sana."
Shihri menyerukan kepada pendukung-pendukung al-Qaidah yang ada dalam barisan tentara untuk merekrut simpatisan.
Pada bulan Juni, Shihri meminta kepada para pendukung al-Qaidah untuk menyandera pangeran dan orang-orang Kristen untuk mengamankan pembebasan para militan, termasuk seorang pengkhotbah perempuan, Heila al-Qsayer, seorang janda militan al-Qaidah Saudi. Suaminya dibunuh enam tahun lalu oleh otoritas Saudi.
Al-Qaidah di Arab Saudi telah berkali-kali melancarkan gelombang serangan terhadap instalasi-instalasi pemerintah dan Barat pada 2003. Namun, mereka menghadapi serangan balik dari pemerintah, yang memaksa mereka untuk menyusun kembali kekuatan di Yaman. []
© Berbagai sumber
⇒ 20 Ags 2010 (01:10 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi