Login Anggota
Pengguna Facebook dapat login menggunakan tombol berikut:
Anggota TerbaruMas Ihsan El Khalish• Anita Kurnia Dewi• Wawan S Tarman• Nur Kafit• Enggi Dewanti• Esra Statistik • Situs ini telah dibuka sebanyak 2.971.382 kali • OS Anda: Tidak Dikenal • Browser Anda: Tidak Dikenal • IP Anda: 38.107.179.222 • Ini adalah kunjungan Anda ke 93 • Unique visitors: lebih ditail
Hak cipta berita ada pada situs sumber
Kirim Artikel ke Teman Anda
Anda ingin mengirimkan artikel berjudul "Penggunaan Isu Agama Ancam Demokrasi" kepada teman Anda
Isi Artikel: Setara Institut mengingatkan penggunaan isu agama dalam politik dapat mengancam demokrasi karena konstitusi menjamin kesetaraan masyarakat di muka hukum termasuk dalam memilih agama. "Siapa pun dapat memimpin di Indonesia asal memenuhi syarat, tanpa melihat perbedaan agama," kata Ketua Badan Pengurus Setara Institute, Hendardi dalam siaran persnya, Selasa (30/6). Siaran pers tersebut terkait beredarnya isu agama dalam kampanye pemilihan presiden dan wakil presiden. Ia mengatakan, penggunaan isu agama dalam politik merupakan cara berpikir buruk yang dapat mengancam demokrasi. Penggunaan isu agama sebagai alat politik untuk menghimpun dukungan publik juga dinilai tidak akan efektif dan tidak begitu berpengaruh dalam pemilihan presiden nanti. Dia mengatakan, politisasi agama dalam sejarah politik tidak akan meraih keuntungan, karena masyarakat Indonesia saat ini cukup paham dan tegas mana urusan politik serta agama, kata dia. Isu agama dalam politik, kata dia, justru akan merendahkan demokrasi yang sedang dibangun. Munculnya isu perbedaan agama juga semakin menegaskan bahwa masih banyak elit politik di Indonesia yang berpikir diskriminatif. "Sekarang ini masyarakat mengutamakan kesejahteraan dan keadilan dan itu seharusnya menjadi hal utama dalam politik," ujarnya. Sementara kebebasan beragama, menurut dia, merupakan hak seluruh warga negara yang sudah menjadi hak perorangan. [Rep]
Nama Anda: Email Anda: Nama Teman Anda: Untuk mengirim kepada lebih dari satu orang, pisahkan dengan tanda koma contoh: Matthew, Mark, Luke, John Email Teman Anda: Untuk mengirim kepada lebih dari satu orang, pisahkan dengan tanda koma contoh: matt@domain.com, mark@domain.com, lk@domain.com, jhn@domain.com Pesan Anda: tag HTML yang diizinkan: <b><i><u><img><a><ul><li><ol>
Masukkan Kode yang ada di gambar: tanpa spasi dan semuanya terdiri dari angka (tidak ada huruf)
lihat semua
Kami membuka layanan Konseling untuk masalah pernikahan, pekerjaan, bisnis, dan berbagai persoalan kerohanian lainnya. Klik Di Sini
Anda ingin didoakan oleh Tim Doa kami?
Klik Di Sini
Dapatkan berita-berita terbaru dari situs ini langsung ke email Anda:
E-mail Anda:
Gabung ke mailing list (milis) kami