| Serbi-serbi lainnya |
Pengawal polisi menembak dan melukai pria itu sebelum berhasil menahannya. Pria berkebangsaan Somalia tersebut dituduh teroris dan dekat hubungannya dengan gerakan radikal Somalia, Shebab, serta para pemimpin Al Qaida di Afrika Timur, kata dinas keamanan dalam negeri PET dalam pernyataannya.
Westergaard, yang telah menerima beberapa kali ancaman pembunuhan sejak surat kabar Denmark menerbitkan karikaturnya lima tahun lalu, yang menggambarkan Nabi Muhammad mengenakan serban berbentuk bom, saat itu berada di rumah dengan cucu berumur lima tahun ketika penyerang itu berusaha membunuhnya. "Saya kunci diri saya di dalam kamar kami yang aman dan kemudian menghubungi polisi. Dia berusaha menghantam pintu masuk dengan kapak, namun gagal," kata Westergaard, 74 tahun, kepada kantor berita Denmark, Ritzau.
"Dia mengucapkan penghinaan, tapi saya tak ingat, karena bahasanya jelek sekali. Dia berbicara dalam bahasa Denmark yang sulit dipahami, dan dia juga mengatakan bahwa dia akan kembali," kata kartunis tersebut. Bent Preben Nielsen, inspektur kepala polisi Jutland Timur, mengatakan kepada AFP bahwa polisi menembak penyerang yang mengancam mereka dengan sebuah kapak dan pisau, dan menghantamnya pada pinggul serta tangan kanannya.
Warga Somalia, yang kemudian dibawa ke rumah sakit namun cederanya tidak mengancam hidupnya itu, akan dikenai tuduhan 'berusaha melakukan pembunuhan terhadap Kurt Westergaard dan seorang polisi,' kata kepala polisi Jutland Timur, Mikael Larsen, dalam pernyataannya. PET dalam pernyataan menegaskan, 'upaya pembunuhan terhadap kartunis Kurt Westergaard tersebut berkaitan dengan terorisme. Orang itu telah ditahan... punya kaitan erat dengan organisasi teroris Somalia Al-Shabab, selain dengan kepala Al Qaida di Afrika Timur.
"Dia juga dicurigai terlibat dalam kegiatan teroris ketika masih berada di Afrika timur. Dia juga ditahan karena anggota jaringan teroris yang bercokol di Denmark, yang telah berada dalam pengawasan PET sejak lama." Westergaard adalah salah satu dari 12 kartunis yang menggambar Nabi ummat Muslim itu, yang pertama kali diterbitkan di surat kabar Denmark Jyllands-Posten, pada September 2005.
Ke-12 kartunis itu dianggap menyerang ummat Muslim dan penerbitan mereka memicu aksi protes keras di seluruh dunia, pada Januari-Februari 2006. Dua orang Tunisia juga ditahan di Denmark pada 2008 dengan tuduhan merencanakan pembunuhan terhadap Westergaard, namun kemudian diusir tanpa sidang pengadilan berdasarkan alasan keamanan nasional setelah mereka mengimbau pemerintah bagi pembebasannya.
Para demonstran membakar bendera Denmark dan aksi protes berpuncak pada Februari 2006, dengan membakar kantor diplomatik Denmark di Damaskus dan Beirut, serta puluhan orang tewas di Nigeria, Libya dan Pakistan. [rep]
Masuk: 02 Jan 2010 (15:59 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi