| Serbi-serbi lainnya |
Juru bicara Kepolisian Maluku Johanes Huwae mengklaim, pihaknya terkendala kondisi trauma warga atas bentrok tersebut sehingga tidak ada yang mau menjadi saksi. Kata dia, ketiadaan keterangan dari saksi, polisi kesulitan melacak aktor yang menghasut warga, sehingga mengakibatkan bentrokan.
"Sampai dengan saat ini polisi belum menemukan. Tetapi polisi tetap melakukan penyelidikan dan penyidikan di lapangan untuk menemukan siapa pelakunya. Pasti ada kendala. Mengapa karena orang semua pada trauma sekarang. Orang juga tidak mau jadi saksi misalnya begitu. Orang pasti trauma dengan masa lalu ini, sehingga orang susah untuk sulit menjadi saksi."
Pada 11 September lalu bentrok antar kelompok terjadi di kota Ambon. Delapan warga tewas dalam bentrok itu. Pihak kepolisian pun membentuk tim investigasi untuk menyelidiki pelaku yang diduga mengirim pesan singkat atau SMS hasutan kepada warga. Mabes Polri pun menurunkan 30 personelnya untuk melacak pelaku bentrok tersebut. []
© KBR68H
Masuk: 25 Sep 2011 (12:35 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi