| Serbi-serbi lainnya |
Aksi protes itu terjadi di Kota Beit Shemesh, sebelah barat Yerusalem. Para pemrotes mendesak kelompok Ortodoks untuk tidak memaksakan aturan keagamaan ekstrem seperti memisahkan laki-laki dan perempuan di tempat publik serta mengharuskan perempuan berpakaian tertutup.
Aksi protes ini juga didukung Presiden Israel Shimon Peres yang mengatakan, tindakan kaum ultra-Ortodoks dapat memecah belah Israel dan mencoreng citra Israel sebagai negara demokratis. Populasi kelompok Ortodoks Yahudi hanya berkisar 10 persen dari total penduduk Israel, namun mereka berupaya agar Israel menerapkan aturan keagamaan ekstrem seperti layaknya syariat dalam hukum Islam.
Sebelumnya, bentrokan terjadi antara aparat dan penganut Ortodoks di kota Beith Shemesh. Bentrokan terjadi karena polisi mencabut plang tanda pemisahan lelaki dan perempuan. Polisi menangkap 300-an orang dalam insiden tersebut. []
Masuk: 28 Des 2011 (13:16 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi