| Serbi-serbi lainnya |
"Beberapa set isu bisa memicu konflik," ujar Yudhoyono saat memberikan sambutan dalam Dialog Pertahanan Internasional atau Jakarta International Defense Dialouge (JIDD) di Jakarta Convention center, Rabu 23 Maret 2011.
Menurut dia, isu-isu keragaman atau perbedaan atas identitas dan keyakinan, dapat berubah menjadi konflik dan kekerasan. "Kami melihat kasus, di mana perselisihan antara kelompok agama bisa mengubah masyarakat harmonis menjadi musuh bebuyutan," katanya. Ia menilai intoleransi di banyak negara-negara maju dan berkembang semakin meningkat.
Presiden Yudhoyono juga menyebut isu-isu pemerintahan, yang didasari situasi kurangnya tata kelola pemerintahan menciptakan kebencian politik, dan akhirnya mengarah menjadi konflik. Hal ini terjadi ketika suatu negara didera krisis.
Selain itu, kata Yudhoyono, adanya kompetisi antar sumber daya manusia juga dapat memicu konflik. Hal ini terjadi karena ketidaksesuaian antara pertumbuhan populasi dan menurunnya pasokan hidup dasar yang tersedia bagi masyarakat.
Dalam kesempatan ini Yudhoyono juga mengingatkan pada tahun depan, jumlah penduduk dunia akan mencapai 7 miliar orang, dan bakal meningkat menjadi 9 miliar pada 2045. Padahal dukungan ketersediaan makanan, energi dan air terbatas. Sehingga, menurut dia, perlu adanya inovasi untuk menyetarakan antara kebutuhan dan suplai. []
© Tempo Interaktif
Masuk: 23 Mar 2011 (22:50 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi