| Serbi-serbi lainnya |
“Apa yang dilakukan BNPT memberikan perhatian sepenuh-penuhnya kepada aktor teroris untuk deradikalisasi mereka. Tetapi, organisasi-organisasi radikal justru diabaikan. Padahal, dari kajian yang sedang kembangkan ini. Tracking kita terhadap beberapa aktor-aktor itu justru mengambarkan bahwa transfomrasi itu terlihat. Dari tahun tertentu dia menjadi anggota kelompok pengajian saja, tahun berikutnya dia memimpin aksi anti Ahmadiyah dan tahun ketiga mereka berani mengorbankan diri untuk jadi pengantin.”
Sebelumnya, SETARA Institute merilis hasil survei terhadap 1200 orang responden di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Hasil survei itu menunjukan bahwa sekitar hampir 60 persen atau sekitar 700an orang khawatir dengan keberadaan kelompok Islam radikal di daerah mereka. Alasannya, aksi kelompok Islam radikal dilakukan melalui pemaksaan dan kekerasan. Bahkan, responden juga menilai bahwa kelompok Islam radikal berpotensi untuk menjadi kelompok teroris. []
© KBR68H
Masuk: 21 Nov 2011 (22:44 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi