| Serbi-serbi lainnya |
"Sudah waktunya Amerika memilih Islam atau Israel. Selama ini mereka mempertahankan Israel sebagai asetnya di Timur Tengah, tapi yang dirugikan hubungan Amerika sendiri dengan negara Islam," kata dia kepada Tempo, Selasa (15/6).
Menurut Anis, dalam pidato Presiden Amerika Serikat Obama di Universitas Al Azhar, Mesir, Obama meyakinkan bahwa Amerika akan mengulang hubungan baru yang lebih baik dengan negara-negara Islam. Janji Obama ini tentunya harus ditunjukkan dengan sikap politik luar negeri yang ia terapkan.
Dalam rangka menagih janji itulah, kata Anis, Musyawarah Nasional (Munas) II PKS nanti mengadakan seminar nasional yang membedah sikap politik Obama ini dengan mengundang Duta Besar Amerika Cameron R. Hume. Pasca pidato tersebut,
Menurut dia, PKS tidak melihat perubahan dalam sikap politik Obama terhadap negara Islam khususnya terlihat saat insiden serangan brutal Israel terhadap kapal kemanusiaan Mavi Marmara yang hendak ke Gaza tempo hari. "PKS tidak melihat sikap politiknya sudah mencerminkan pidatonya saat itu. Amerika belum serius,"ujarnya.
Meskipun Hume rencananya digantikan Deputy Chief of Mission Theodore G. Osius, sekjen PKS tak merisaukannya. Yang penting dalam pertemuan itu, PKS akan menyampaikan pesan langsung kepada Amerika. "Jika Amerika tidak melakukan sesuatu sesuai dengan ide Obama tersebut, kepercayaan terhadap Amerika akan hilang,"ujarnya.
Menurut Anis, PKS sebagai partai Islam moderat tak mempunyai masalah dengan Amerika. Ada pesan lain yang tak kalah penting dengan diselenggarakannya Munas II ini di Hotel Ritz Carlton, salah satu hotel yang dibom teroris tahun lalu. "Kita ingin memperbaiki citra bahwa Indonesia aman. Ya, mutualisme-lah," kata dia sambil tersenyum. [tmp]
Masuk: 15 Jun 2010 (16:44 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi