| Serbi-serbi lainnya |
Kini, Irvan tergeletak lemah di bangsal bedah anak untuk menjalani pengobatan. Meski seluruh biaya ditanggung Dr Riki Islami sebagai penanggung jawab sunatan massal, tapi orang tua korban, Yuskani (34) tetap tidak puas. Kemarin, pria yang sehari-harinya bekerja sebagai pengumpul barang-barang bekas tersebut melaporkan kelalaian dokter ke Poltabes Padang. Namun, dia tidak tahu identitas dokter yang lalai menyunat anaknya.
"Saya awalnya takut dan kalut. Dari pertama kali usai disunat hingga saat ini, kondisinya sangat lemah. Jangankan untuk berjalan, untuk buang air saja sulitnya minta ampun. Karena itu saya terlambat melaporkannya ke polisi," ujar Yuskani.
Petugas SPK Poltabes Padang Bripda Gilang Akbar mengatakan, pihaknya telah menerima laporan orangtua korban. Aparat Poltabes akan menyelidiki kasus ini lebih lanjut. Untuk saat ini, pengaduan ayah korban akan ditampung dulu, dan tersangkanya dikenakan jeratan pasal 359 KUHP dan jo UU Nomor 29/2004 tentang Praktik Kedokteran. [bp]
Masuk: 28 Mei 2009 (10:56 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi