| Serbi-serbi lainnya |
Ghulam Dastagir Azad, gubernur provinsi Nimroz barat, mengatakan bahwa protes-protes memblokade jalan raya utama antara kota Herat dan ibukota Kabul, pada saat pemberontak memanfaatkan masyarakat sebagai tameng manusia untuk menyerang polisi.
"Taliban menghentikan bus-bus di jalan raya di distrik Delaram di persimpangan, di mana para penumpang dari provinsi Herat, Farah dan Nimroz melakukan perjalanan dan memaksa mereka untuk memprotes melawan pasukan asing," katanya.
Alasan-alasan bahwa mereka perusahaan bangunan, dan beberapa pos polisi dibakar sedangkan jalan--salah satu yang paling tidak aman di negara itu--diblokade selama beberapa jam, katanya menambahkan.
Angkatan Laut Amerika Serikat di Delaram mengatakan, aksi protes tersebut melibatkan sekitar 200-300 orang. Ban-ban dibakar dan para demonstran bergerak ke arah kantor polisi sambil meneriakkan slogan-slogan anti-Amerika.
Letnan John Bartucco, yang ditempatkan pada Batalyon kedua Angkatan Laut di pangkalan mereka di Delaram, sekitar 600 meter dari kantor polisi itu, mengatakan bahwa pihaknya bersama Tentara Nasional Afghanistan (ANA) memadamkan kerusuhan selama tiga jam.
"Tentara nasional mulai menarik beberapa kantor pertahanannya (di kantor polisi). Kami mengirimkan ANA yang membuat garis batas, dan berusaha membubarkan warga setempat yang berdemonstrasi," katanya kepada AFP.
Azad mengatakan ada beberapa yang tewas di kalangan polisi, penduduk sipil dan gerilyawan sendiri, namun tak bisa memberikan jumlah yang pasti.
Bala bantuan polisi dikirim ke daerah itu, katanya menambahkan. Gubernur dan militer AS mengatakan, protes merebak setelah Taliban menyebar rumor bahwa pasukan asing di daerah itu menistakan Alquran, dalam operasi mereka dan melembarkan bangkai anjing ke dalam satu mesjid pekan lalu.
Kelompok garis keras sering menghentikan bus-bus sipil di jalan raya Herat-Kabul dan mencari orang-orang yang bekerja pada pasukan keamanan Afghanistan, atau pemerintah.
Orang-orang sedang melakukan perjalanan sering dipaksa untuk menyaksikan pelaksanaan hukuman mati secara terbuka terhadap orang-orang yang dicurigai bekerja pada kepolisian atau militer.
Bartucco mengatakan, rumor penistaan adalah 'propaganda Taliban ... untuk merusak kredibilitas kami dan (insiden) ini adalah bagian dari perbuatan mereka.'
Para pemberontak menembak kantor Polisi Nasional Afghanistan di pangkalan militer Delaram pekan lalu. Peristiwa ini menewaskan seorang prajurit angkatan laut dan melukai petugas ANP, namun tidak tampak adanya aksi kekerasan lain pada saat ini, kata petugas itu. [Rep]
Masuk: 03 Okt 2009 (18:31 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi