| Serbi-serbi lainnya |
Seorang pejabat kementerian itu mengatakan kepada AFP, delegasi Palestina di PBB menerima surat resmi dari Thailand, Rabu malam, yang mengatakan bahwa mereka mengakui negara Palestina sesuai dengan perbatasan 1967. Langkah itu dipuji oleh Menteri Luar Negeri Palestina Riyad al-Malki.
"Pengakuan Thailand terhadap negara Palestina adalah yang pertama pada tahun baru 2012 dan merupakan prestasi baru atas diplomasi Palestina," katanya kepada kantor berita resmi WAFA.
Menurut Malki, dengan pengakuan Thailand itu, maka kini sudah 131 negara yang mengakui negara Palestina sesuai dengan perbatasan yang ada sebelum Perang Enam Hari 1967.
Presiden Palestina Mahmud Abbas juga berterima kasih kepada Thailand atas pengakuan itu, kata WAFA, dan mengkonfirmasi bahwa surat itu diserahkan oleh misi Thailand untuk PBB di New York.
"Presiden Mahmud Abbas berterima kasih kepada raja dan pemerintah Thailand atas pengakuan resminya terhadap negara Palestina," kata Abbas dalam sebuah pernyataan.
"Prosedur resmi telah dimulai bagi pembentukan hubungan diplomatik," katanya.
Palestina berusaha memperoleh dukungan internasional ketika negosiasi dengan Israel mengalami kemacetan karena masalah pembangunan permukiman Yahudi. Pada 2011, mereka memperoleh pengakuan dari sejumlah negara, serta keanggotaan di badan kebudayaan PBB UNESCO.
Palestina juga berusaha memperoleh keanggotaan penuh di PBB meski ditentang oleh Washington dan Israel, dan permohonan mereka masih dipertimbangkan oleh badan internasional itu.
Di Amerika Tengah, negara Palestina diakui oleh Kuba, Kosta Rika, Nikaragua, Honduras dan El Salvador. Negara-negara Arab juga memberikan pengakuan kepada Palestina, termasuk Suriah pada Juli 2011.
Di Eropa, Islandia menjadi negara terakhir yang mengakui Palestina, setelah Republik Ceko, Hongaria, Malta dan Polandia. Sekitar 150 negara mempertahankan hubungan diplomatik dengan Palestina dalam satu bentuk atau pola lain.
Palestina hingga kini menjadi dua wilayah kesatuan terpisah. Jalur Gaza yang dikuasai Hamas dan Tepi Barat yang berada di bawah pemerintahan Abbas. Kelompok Hamas menguasai Jalur Gaza pada Juni tahun 2007 setelah mengalahkan pasukan Fatah yang setia pada Presiden Palestina Mahmud Abbas dalam pertempuran mematikan selama beberapa hari.
Namun, kedua kubu tersebut telah melakukan rekonsiliasi dan mempersiapkan pembentukan pemerintah sementara. Uni Eropa, Israel dan AS memasukkan Hamas ke dalam daftar organisasi teroris. Jalur Gaza, kawasan pesisir yang padat penduduk, diblokade oleh Israel setelah Hamas berkuasa.
Israel menggempur habis-habisan Jalur Gaza beberapa tahun lalu dengan dalih untuk menghentikan penembakan roket yang hampir setiap hari ke wilayah negara Yahudi tersebut.
Operasi "Cast Lead" Israel itu menewaskan lebih dari 1.400 orang Palestina, yang mencakup ratusan warga sipil dan menghancurkan sejumlah besar daerah di jalur pesisir tersebut, diklaim bertujuan mengakhiri penembakan roket dari Gaza. Tiga-belas warga Israel, sepuluh dari mereka prajurit, tewas selama perang itu.
Proses perdamaian Timur Tengah macet sejak konflik itu, dan Jalur Gaza yang dikuasai Hamas masih tetap diblokade oleh Israel. []
© MetroTV
Masuk: 20 Jan 2012 (04:58 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi