| Serbi-serbi lainnya |
"Dia menolak untuk menjabat tangan seorang pejabat perempuan yang dia temui di prefektur negara karena itu menurutnya bertentangan dengan ajaran agama nya," kata pernyataan kementrian.
Istri pria Maroko itu juga mengenakan cadar dan hanya mau mengungkap dirinya di sebuah ruangan di mana tidak ada laki-laki yang bukan mahram hadir, pernyataan itu menambahkan.
Keputusan itu diumumkan beberapa hari sebelum Majelis Nasional untuk memilih undang-undang melarang cadar sebagai bagian dari apa yang pemerintah Prancis gambarkan sebagai upaya untuk menegaskan nilai-nilai Prancis. [ ]
© Eramuslim
Masuk: 10 Jul 2010 (13:34 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi