| Serbi-serbi lainnya |
Gara-gara rencana undang-undang tersebut, Uganda langsung menjadi perhatian dunia terutama dari aktivis gerakan gay. Sampai saat ini hal ini masih menjadi bahan perdebatan dan ada kemungkinan untuk mengalami perubahan. Protes kepada rencana undang-undang tersebut juga terjadi hari selasa(8/12) di London, New York dan Washington pada akhir bulan lalu. David Cato, seorang aktivis gay, mengatakan bahwa Uganda akan dikecam dunia internasional jika menerapkan undang-undang tersebut dan bahwa pemerintah Uganda sebenarnya takut karena gerakan gay di Afrika menjadi semakin vocal.
Selain Uganda, beberapa negara di Afrika juga sepakat untuk menolak kaum homoseksual. Nigeria, misalnya, sebagaimana ditulis AP, Rabu (9/12), mengancam menjebloskan ke penjara hingga menghukum mati warganya yang ketahuan gay. Hal sama dilakukan oleh Pemerintah Burundi dan Rwanda.
Tetapi ada juga negara masih bersikap toleran dengan gay seperti Kenya, homoseksual adalah tindakan yang dilarang tanpa hukuman yang keras dan Afrika Selatan yang menjadi satu-satunya negara Afrika yang memperbolehkan perilaku homoseksual, termasuk pernikahan antarsesama jenis. Namun di negara ini kasus pemerkosaan terhadap kaum homoseksual cukup tinggi dengan kaum lesbian harus "diperbaiki" orientasi seksualnya seperti kasus perkosaan dan pembunuhan yang menimpa seorang atlet perempuan berumur 19 tahun yang mengaku sebagai seorang lesbian. [jwb]
Masuk: 10 Des 2009 (12:07 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi