| Serbi-serbi lainnya |
Empat orang anggota sebuah kelompok Yahudi ultra-ortodoks baru-baru ini mengunjungi Hamas di Gaza. Keempatnya mengenakan pakaian tradisional Yahudi ultra-ortodoks, yaitu topi dan jas hitam, serta rambut panjang yang digulung di bagian sisi.
Keempat orang tersebut adalah anggota dari kelompok Neturei Karta, suatu kelompok Yahudi ultra-ortodoks yang menentang berdirinya negara Yahudi. Bagi kelompok ini, negara Yahudi hanya bisa didirikan oleh Sang Mesias. Karena itu, mereka menganggap Israel sebagai sebuah bid'ah.
Dalam kunjungan mereka ke Gaza, keempat anggota Neturei Karta bertemu langsung dengan pemimpin Hamas, Ismail Haniya. Kunjungan mereka pun disambut baik oleh Haniya. Menurut Haniya, Hamas menentang ideologi Zionis, bukan Yahudi.
"Kami merasakan penderitaan Anda, kami menjeritkan jeritan kalian," kata Rabbi Yisroel Weiss kepada Associated Press.
"Ini adalah tanah kalian, ini telah ditaklukkan secara tidak sah dan tidak benar oleh orang-orang yang merampasnya, mereka mencuri nama Yudaisme dan identitas kami," tambah Rabbi Weiss.
Mereka masuk ke Gaza, yang saat ini sedang diembargo oleh Israel, bersama-sama dengan rombongan yang melakukan perjalanan dari Mesir.
Neturei Karta diambil dari Bahasa Aram, yang artinya "Para Penjaga Kota." Kelompok ini didirkan sekitar 70 tahun silam di Yerusalem.
Diperkirakan, anggota kelompok ini telah mencapai ribuan orang yang tersebar di Israel, Inggris dan AS.
Mereka memuji Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad yang beberapa waktu silam mengatakan bahwa Israel harus dihapuskan dari lembar sejarah. Pernyataan Ahmadinejad ini sering diterjemahkan "dihapuskan dari peta" oleh sebagian besar media massa.
Selain itu, mereka juga menghadiri konferensi penyangkalan Holocaust di Tehran, serta turut berdoa dalam pemakaman pemimpin Palestina, Yasser Arafat.
Oleh Islamil Haniya, kelompok ini disebut "pahlawan." [BBC]
Masuk: 18 Jul 2009 (18:39 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi