| Serbi-serbi lainnya |
Tren ini dimulai pasca serangan pada 31 Oktober yang disusul dengan serangan-serangan berikutnya terhadap orang-orang Kristen di Baghdad dan Mosul.
Perwakilan PBB di Suriah, Yordania dan Libanon melaporkan terjadinya peningkatan jumlah pendatang Kristen Irak di wilayah itu.
Di Irak sendiri, jumlah pengungsi yang mengungsi ke wilayah Kurdi dan Dataran Niniwe juga meningkat. Dua wilayah ini dianggap aman oleh warga Kristen Irak.
"Kami telah mendengar kisah-kisah orang yang kehilangan tempat tinggal mereka setelah menerima ancaman langsung. Beberapa di antara mereka hanya bisa membawa beberapa barang milik mereka," kata UNHCR. "Gereja-gereja dan sejumlah LSM telah mengingatkan kami akan kemungkinan lebih banyaknya jumlah pengungsi dalam beberapa minggu mendatang."
Di Suria, sejak November 2010 sudah ada sekitar 133 keluarga atau sekitar 300 orang yang terdaftar oleh UNHCR, "mayoritas di antara mereka adalah orang-orang yang melarikan diri setelah serangan Oktober di Baghdad."
Di Yordina, jumlah pengungsi Kristen yang terdaftar oleh UNHCR meningkat dua kali lipat dalam periode Oktober hingga November. Pada bulan September tercatat hanya 57 orang. Namun, pada Oktober dan November meningkat menjadi 98 dan 109 orang.
"Salah seorang yang terdaftar oleh UNHCR di Yordania adalah yang berhasil selamat dari pengeboman gereja. Ia berhasil meninggalkan gereja beberapa menit sebelum pengeboman terjadi. Sebelum ke Yordania, ia telah dideportasi dari Eropa beberapa hari sebelumnya."
Karena gelombang kekerasan yang terus meningkat, UNHCR mendesak negara-negara lain untuk lebih menahan diri dalam mendeportasi para pengungsi Irak. UNHCR mengaku kecewa dengan tindakan Swedia yang memulangkan paksa sekitar 20 warga Irak, dimana 5 di antaranya adalah warga Kristen dari Baghdad.
"Salah satu warga Kristen mengatakan bahwa ia melarikan diri dari Irak pada 2007 setelah mendapatkan ancaman dari milisi yang akan membunuhnya. Khawatir akan kehidupannya, ia kemudian pergi ke negara-negara Timur Tengah dan Eropa sebelum akhirnya mencapai Swedia dimana ia mengajukan permohonan suaka."
"Klaimnya ditolak sebanyak tiga kali pada 2008 dan alasan penolakan klaimnya adalah karena ia dianggap menjadi target pribadi. Sementara, yang lainnya mengatakan bahwa suaka mereka ditolak dengan alasan kondisi keamanan di Irak yang mulai membaik."
UNHCR mengatakan bahwa para pencari suaka dari provinsi Baghdad, Diyala, Niniwe, Salaheddin dan Kirkuk seharusnya tidak ditolak oleh negara-negara lain. Mereka sangat membutuhkan perlindungan. []
© CNN
Masuk: 19 Des 2010 (00:49 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi