| Serbi-serbi lainnya |
Dana Tanah Israel, yang telah membeli tanah dan puluhan rumah di wilayah Palestina yang diduduki di Jerusalem Timur dan wilayah lainnya di Tepi Barat, sekarang mengincar properti yang pernah dimiliki oleh orang-orang Yahudi di negara tetangga Jordania, pemimpin organisasi itu Arieh King mengatakan pada AFP.
Meskipun rencana itu masih dalam tahap awalnya, rencana itu mungkin akan meningkatkan ketegangan antara Israel dengan Jordania, yang menandatangani perjanjian damai pada 1994.
"Ada ribuan properti Yahudi di Jordania yang dibeli pada zaman Ottoman dan di bawah mandat Inggris" yang berakhir ketika Jordania merdeka pada 1946, kata King.
"Kami memiliki catatan mengenai kepemlikan itu," ia menambahkan. Jordania menyita sebagian besar tanah milik orang Yahudi menyusul pembentukan negara Yahudi pada 1948.
"Kami akan berupaya untuk membawa orang-orang Yahudi dari Eropa untuk membeli properti yang kami temukan di Jordania," kata King, yang mengeluhkan bahwa pemerintah Jordania tidak akan membolehkan warga Israel untuk membeli properti di negara itu.
Organisasi King telah membuat marah Palestina karena membeli properti di Tepi Barat yang direbut Israel dari pemerintah Jordania dalam perang Timur Tengah 1967. Dan yang orang-orang Yahudi kanan-jauh tetapkan untuk direbut kembali sebagai bagian dari apa yang mereka anggap sebagai "Israel Raya", konsep yang secara historis juga mencakup Jordania. [Rep]
Masuk: 21 Jul 2009 (11:29 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi